Total Tayangan Laman

Rabu, 18 Mei 2016

KEBUTUHAN PAKAN AYAM BROILER


Bagi Anda yang akan menjalankan bisnis ternak ayam broiler maka Anda harus mengerti kebutuhan pakan ayam broiler. Apabila Anda tidak mengerti kebutuhan pakan akan membuat Anda bingung dalam menentukan modal yang tepat. Kadang orang asal dalam memperkirakan kebutuhan pakan ayam jenis ini. Karena asal maka orang tersebut akan kaget jika kebutuhan pakan sangat jauh dari perkiraan awal. Anda juga harus memahami jika Anda mengerti kebutuhan pakan maka Anda akan mengerti berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan.
Kebutuhan pakan ayam broiler sangat banyak. Itu karena ayam ini adalah jenis ayam yang sangat rakus. Ayam broiler bisa makan dengan jumlah yang banyak. Banyak sekali peternak yang mengeluh karena kebutuhan pakan untuk ayam broiler semakin banyak dengan harga pakan yang sangat mahal. Untuk mendapatkan ayam broiler dengan berat yang maksimal memang Anda harus memberikan pakan dengan jumlah yang cukup dengan kandungan protein yang sesuai. Apabila Anda memberikan pakan dengan jumlah yang sedikit akan membuat ayam tersebut kurang maksimal saat di panen pada usia sekitar 36 hari.
Dalam hitungan wajar kebutuhan pakan ayam broiler yang Anda butuhkan adalah 60-65 sak ( persak 50 kg ) untuk ayam yang berjumlah 1000 ekor ( tergantung bobot panen ayam ). Apabila jumlah ayam yang Anda miliki lebih banyak semakin banyak juga kebutuhan pakan yang Anda butuhkan. Harga pakan yang paling murah saat ini adalah 280 ribu untuk tiap sak pakan. Melihat penjelasan ini maka Anda membutuhkan anggaran pakan sekitar 18 juta rupiah untuk 1000 ekor ayam. Nah jika anda ingin pakan irit namun bobot tetap jadi anda bisa menambahkan suplemen VITAMAX dan IMUNOMAX. VITAMAX sangat baik untuk meningkatkan konversi pakan ke daging.
Agar biaya untuk kebutuhan pakan ayam broiler Anda tidak semakin membengkak maka Anda harus memberikan pakan alternatif. Ada banyak sekali pakan alternatif yang dapat Anda berikan kepada ayam. Dengan menggunakan pakan alternatif yang berkualitas akan membuat keuntungan yang akan Anda dapatkan menjadi lebih besar. Bagi Anda yang ingin menjalankan usaha ternak ayam maka Anda harus membaca penjelasan ini dengan baik. Menghitung semua kebutuhan dari mulai bibit hingga pakan adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh Anda remehkan. Semoga usaha ternak ayam yang Anda jalankan semakin berkembang. Namun anda juga perlu memperhatikan pakan alternative yang anda berikan, berikan pakan alternative sebagai campuran pakan pabrik.

4 HAL PENTING YANG WAJIB ANDA PERHATIKAN SAAT SETELAH DOC AYAM BROILER DATAN


Masa awal ketika DOC mau datang atau saat setelah DOC datang wajib menjadi perhatian khusus peternak ayam broiler. Karena ini wajib jadi perhatian anda untuk kesuksesan dalam budidaya ayam broiler. Nah hal penting apa saja yang wajib anda perhatikan amati dan cermati.. dibawah ini ada 7 hal penting yang wajib jadi perhatian anda :
1. Thermoregulator
saat DOC termoregulator ayam belum berfungsi secara optimal, ayam akan cenderung tidak bisa beradaptasi ketika suhu terlalu dingin / panas. Termoregulator pada ayam akan berfungsi optimal ketika ayam berumur 3 mingguan. Nah jika anda tidak menjaga kondisi suhu pada 30-33 derajat celcius maka ini akan berdampak pada pertumbuhan ayam.
2. Kondisi DOC ayam broiler
Ketika DOC datang dipengaruhi oleh kondisi ayam saat diperjalanan. Ketika DOC perjalanan jauh kemungkinan terjadi dehidrasi tinggi, tambahkan dektrosa atau laktosa 1-2 % yang diperkaya dengan VITAMin dan juga elektrolit untuk memulihkan kondisi DOC.
3. Litter
Yang perlu diperhatikan pada litter yaitu ketebalan litter , bahan yang digunakan dan juga suhu pada litter. Untuk ketebalan sebaiknya minimal 8 cm. Suhu litter penting, karena jika sudah litter terlalu rendah maka DOC akan cukup sulit beradaptasi. Kulit pada telapak kaki adalah alat sensor doc yang paling sensitif, jika suhu terlalu rendah biasanya akan terjadi ” temperature shock ” pada ayam. ayam akan beradaptasi dengan cara diam dalam waktu yang lama, ini akan berakibat pada DOC karena kurang makan dan minum, efeknya pada pertumbuhan yang terhambat.
4. Suhu.
Suhu brooder , air minum dan juga litter diusahakan pada suhu yang bisa diterima oleh DOC dengan nyaman. Suhu yang fluktuatif atau cenderung dibawah atau diatas suhu brooder akan mengakibatkan temperatur shock yang akan berakibat pada pertumbuhan DOC.
Semoga 4 hal diatas anda benar benar perhatikan untuk kesuksesan dalam ternak ayam broiler anda, Untuk performa optimal anda juga bisa menggunakan VITAMAX dan juga IMUNOMAX. VITAMAX memiliki kandungan yang super komplit sangat baik untuk memacu pertumbuhan ayam broiler. FCR turun bobot naik angka kematian berkurang.
untuk info produk silahkan call 0821 37 344 780
pin 5524411e

HAL YANG PERLU ANDA PERHATIKAN SAAT MEMANEN AYAM BROILER


Panen ayam broiler tentu saja adalah hal yang ditunggu tunggu oleh peternak, karena diharapkan setelah panen mendapatkan keuntungan yang setara dengan kerja selama memelihara ayam broiler. Untuk mencapai performa yang baik tentu saja memerlukan kejelian baik dari pemilihan DOC, memilih kualitas pakan yang baik dan juga menerapkan manajemen kandang yang baik juga.
TIdak mudah memang dalam budidaya ayam broiler ini, ada banyak factor X yang sering tidak bisa kita tanggulangi terutama masalah harga ayam saat panen dan juga kualitas DOC yang sering tidak stabil. Namun sebagai peternak sejati seharusnya kita sudah siap akan hal hal yang saya sebutkan diatas, sehingga kita bisa mengantisipasi dari awal untuk hasil dan performa terbaik.
Jika ayam broiler anda sudah memasuki masa panen, maka hal hal dibawah ini perlu anda perhatikan pada saat memanen ayam broiler anda :
1. Buat sekat kecil sesuai jumlah ayam yang akan di ambil oleh penangkap
2. Gantung tempat pakan /minum atau ambil dari sekatan yang telah dibuat keluar sekatan
3. Ambil ayam pada sekatan yang telah dibuat sampai habis, jangan pindah tangkap sebelum dalam sekat habis, karena ini bisa mengakibatkan ayam stress berat.
4. Ambil ayam dan timbang sesuai kekuatan timbangan, sekali timbang jangan lebih dari 15 ekor apalagi disaat panas waktu panen. Ini dilakukan agar ayam tidak mati lemas karena terjungkir saat ditimbang
5. Hindari panen pada saat siang jam 12.00 – 14.00, karena biasanya cuaca terlalu panas karena dikhawatirkan ayam akan stress yang cukup parah
6. Lakukan penangkapan secara hati hati, hal ini untuk menghindari ayam afkir karena sayap patah, kaki patah dan juga memar memar pada daging ayam.
7. Sebelum melakukan penimbangan gunakan timbangan yang sudah di terra sehingga tidak ada yang dirugikan saat penimbangan
8. Usahakan panen selesai dalam 1 atau 2 hari panen, karena jika lebih dari 2 hari ayam akan stress yang berlebih. Bobot tidak naik pakan tambah terus.
9. Lakukan penimbangan dengan baik dan selalu awasi penimbang maupun penangkap supaya hasil timbangan akurat
10. Cermati jumlah ayam saat ditimbang dan juga cermati sudah berapa kali menimbang, karena jika anda lalai mencatat dan terlewat satu kali timbangan saja peluang anda rugi 10-15 ekor ayam.
11. Buatlah catatan yang rapi supaya mudah dalam anda mengkalkulasi total timbangan dan juga siapa saja penangkapnya.
Semoga jika hal-hal diatas anda perhatikan dengan baik maka panen ayam broiler anda akan berjalan optimal. Semoga performa ayam broiler anda optimal dan hasil panen maksimal.
Untuk hasil performa optimal ayam broiler anda, anda bisa menambahkan suplemen alami VITAMAX dan juga IMUNOMAX, VITAMAX sebagai pemacu pertumbuhan ayam anda. FCR turun dan bobot naik!! Imunomax untuk meningkatkan imunitas ayam pada serangan pathogen jahat, selain itu imunomax juga bisa mengurangi stress lingkungan.

Jumat, 13 Mei 2016

PANDUAN PEMELIHARAAN AYAM BROILER


Prinsip dari usaha budidaya broiler adalah bagaimana menghasilkan setiap kilogram daging dengan biaya seefisien mungkin. Karena hampir 70% biaya produksi ditentukan oleh biaya pakan, maka konsentrasi terhadap pemakaian pakan merupakan kunci utama keberhasilan budidaya broiler.
Prinsip-prinsip sederhana tentang efisiensi pakan:
1. “Banyak pakan, banyak daging”
Prinsip ini adalah bagaimana kita membuat ayam menjadi banyak makan, karena jika konsumsi pakan tinggi pertumbuhan lebih cepat dan daging yang dihasilkan lebih banyak.
2. “Bobot masuk, umur maju”
Jika ayam memiliki pertumbuhan yang baik maka pemakaian pakan bisa lebih hemat. Sebagai contoh: Berat 1,8 kg standart dicapai pada umur 35 hari. Jika pertumbuhan lebih baik, berat tersebut dapat dicapai pada umur 33 hari dan pakan bisa dihemat selama dua hari. Misal populasi ayam 5.000 ekor dan pada umur tersebut per hari rata-rata menghabiskan 17 sak pakan, maka jumlah pakan yang bisa dihemat adalah 34 sak. Jika harga pakan Rp 212.500 per sak, total biaya pakan yang bisa dihemat adalah Rp 7.225.000.
3. “Daging yang dihasilkan per sak pakan”
Seberapa efisien penggunaan pakan untuk menghasilkan daging bisa dikelompokkan menurut tabel di bawah ini:
Daging yang dihasilkan
tiap 1 sak pakan (kg)
Kategori
> 33 Sangat bagus
32 – 33 Bagus
30 – 31 Sedang
28 – 29 Jelek
< 28 Sangat jelek

BAB II
PERSIAPAN KANDANG

A. PENCUCIAN PERALATAN KANDANG
Tempat pakan dan tempat minum dikeluarkan dari kandang kemudian dicuci dengan detergen lalu dibilas. Selanjutnya direndam dalam larutan desinfektan dan ditiriskan (jangan dijemur, cepat rusak). Bila perlu gallon dan selang minum direndam dalam larutan asam sitrat (sitrun) 100-300 gram per 100 liter air selama 12 jam, kemudian bilas sampai bersih.
Pipa, selang, dan tower dibersihkan dengan larutan asam sitrat 100-300 gram per 100 liter air. Caranya, isi penuh tower dengan larutan asam sitrat, buka ujung pipa/selang sampai larutan mengalir ke ujung, lalu tutup ujung pipa/selang tersebut dan diamkan selama 12 jam. Setelah itu bilas dengan air bersih, dan pastikan dinding tower dan dinding pipa/selang bersih dari segala jenis kotoran (sisa obat, lumut, lendir, dsb).
Chick guard atau penyekat DOC dicuci dengan desinfektan lalu dibilas sampai bersih.
Tirai dinding, tirai plafon, tirai sekat, tirai alas (cover slat), tirai bawah direndam dan dicuci dengan detergen, dibilas sampai bersih kemudian didesinfeksi.
GAMBAR 1. TANGKI AIR
SEMUA PERALATAN HARUS BERSIH DAN STERIL

B. PENCUCIAN KANDANG
Buang seluruh kotoran dari dalam kandang ke tempat yang jauh, kerok semua gumpalan kotoran yang masih melekat pada bagian-bagian kandang.
Untuk kandang yang banyak kutu dan serangga, gunakan insektisida terlebih dahulu sebelum melakukan pencucian kandang.
Basahi lantai/slat dan dinding kandang dengan larutan detergen 1 kg per 100 liter air dan diamkan selama 1 jam (supaya mudah dicuci).
Sikat dan cuci seluruh bagian kandang, kemudian bilas dengan air bersih sampai tidak ada kotoran yang tersisa.
Setelah semua bagian kandang bersih, bersihkan rumput dan semak di sekitar kandang agar tidak menjadi sarang penyakit.
Untuk lantai tanah, tanah di bawah kandang panggung dan parit sekitar kandang disiram dengan larutan soda api 2 kg per 100 liter air (gunakan gembor plastik, jangan menggunakan sprayer karena soda api bersifat korosif).
Lantai dan dinding kandang dikapur dengan dosis 1 kg untuk 10 m2 lantai postal atau untuk 15 m2 slat dan panggung.
Lakukan pemasangan tirai kandang, baik tirai luar maupun tirai dalam (tirai brooding termos jangan sampai bocor, terutama bagian bawah).
Seluruh peralatan yang sudah bersih dimasukkan ke dalam kandang. Setelah itu lakukan desinfeksi secara menyeluruh dengan formalin (5 liter formalin 40% dalam 95 liter air) kemudian kandang diistirahatkan minimal 14 hari.
Selama masa istirahat kandang, lakukan servis terhadap pemanas serta inspeksi pada seluruh sarana penunjang (sumber air, bak air, instalasi listrik, dsb).
JADIKAN KANDANG SEOLAH KANDANG YANG BARU

C. PERSIAPAN SEBELUM DOC DATANG
Taburkan sekam secara merata ke seluruh permukaan lantai dengan ketebalan 3-5 cm.
Tempat pakan, tempat minum, chick guard, lampu dan pemanas harus sudah terpasang 2 hari sebelum DOC datang.
Tinggi chick guard yang disarankan 40-50 cm, terbuat dari seng, kayu, atau bambu (berbentuk jeruji atau anyaman).
Letakkan pemanas di tengah chick guard dengan ketinggian 1.25 meter, perhatikan arah panas dan temperatur.
Pemakaian koran disarankan hanya 1 lapis di atas litter (sekam), dan hanya dipakai pada hari pertama saja.
Intensitas cahaya minimal 20 lux, kurang lebih setara dengan 10 watt SL/TL atau 60 watt lampu pijar per chick guard pada ketinggian 170 cm.
Sediakan celupan kaki dan hand sprayer berisi larutan desinfektan untuk petugas kandang dan tamu yang keluar masuk lokasi kandang.
Setelah semua persiapan selesai, lakukan penyemprotan ke seluruh bagian kandang termasuk peralatannya dengan menggunakan desinfektan yang disarankan.
Tempat pakan dan tempat minum
Jenis Umur Perbuah Untuk
Feeder tray (nampan) 0 – 3 hari4 – 7 hari8 – 10 hari 80 ekor60 ekor40 ekor
Tempat pakan gantung 5 kgTempat pakan gantung 10 kg 11 – 15 hari11 – 15 hari 30 – 35 ekor35 – 40 ekor
Tempat pakan gantung 5 kgTempat pakan gantung 10 kg 16 – panen16 – panen 20 – 25 ekor30 – 35 ekor
Tempat minum otomatisTempat minum manual 0 – 10 hari0 – 10 hari 100 – 120 ekor60 – 80 ekor
Tempat minum otomatisTempat minum manual 11 – panen11 – panen 60 – 80 ekor30 – 35 ekor

Pemanas
Jenis Pemanas
Jumlah DOC
(Musim Panas)
Jumlah DOC
(Musim Dingin)
Diameter
Chick Guard
Pemanas gas 700 – 800 600 – 700 4 meter
Semawar 600 – 700 500 – 600 3.5 meter
Batu bara 600 – 700 500 – 600 3 meter
Drum (grajen/kayu) 700 – 800 600 – 700 4 meter
SAAT DOC DATANG, BROODER HARUS DALAM KONDISI 100% SIAP
D. CHICK-IN
Nyalakan pemanas minimal 2 jam sebelum DOC tiba (pre-heating), agar temperatur brooding sudah cukup stabil saat DOC masuk dan liter sudah menjadi hangat.
Siapkan pakan dan air minum dalam brooder sebelum DOC tiba. Air minum yang disarankan adalah air gula 2-3% (20-30 gram gula merah per liter air minum).
DOC yang jelek atau cacat langsung dikeluarkan, sedangkan yang lemah dapat dibantu minum dengan cara mencelupkan ujung paruh ke dalam air gula.
Amati penyebaran dan tingkah laku anak ayam dalam chick guard. Setelah DOC dipastikan dalam kondisi nyaman, lakukan evaluasi crop fill:

Setelah 6 jam ditebar, minimal 80% tembolok berisi pakan dan air.
Setelah 12 jam ditebar, 100% tembolok harus berisi pakan dan air.
Apabila tembolok terlalu keras, berarti ayam kurang minum. -> Amati temperatur dan ketersediaan air minum.
Apabila tembolok terlalu encer, berarti ayam kurang makan ->Amati temperatur dan ketersediaan pakan.
Apabila tembolok kosong ->Amati situasi brooding secara menyeluruh, terutama temperatur dan pencahayaan. Apabila diperlukan chick guard bisa diketuk secara perlahan-lahan agar anak ayam aktif makan dan minum.

BAB III
PERIODE STARTER
A. PAKAN DAN AIR MINUM
Selama 3 hari pertama anak ayam harus dipaksa untuk aktif makan dan minum, bisa dibantu dengan cara mengetuk chick guard secara perlahan-lahan atau pakan diberikan sesering mungkin.
Pakan yang tersisa dikumpulkan dan diayak untuk diberikan kembali pada ayam, tetapi jangan dicampur dengan pakan baru. Tempat pakan harus selalu dibersihkan sebelum pakan yang baru diberikan.
Mulai umur 2 hari tempat minum harus digantung, dan setiap hari tingginya disesuaikan setinggi punggung ayam.
Pada umur 8 hari tempat pakan gantung mulai diperkenalkan. Diharapkan pada umur 10 hari ayam sudah mengenal tempat pakan gantung, dan paling lambat umur 12 hari semua tempat pakan harus sudah digantung.
Selepas masa brooding, pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan tempat pakan diatur setinggi tembolok ayam.
Jika menggunakan tempat minum otomatis (bell drinker), perhatikan level air sbb:
-. Umur kurang dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm di bawah bibir drinker.(supaya terjangkau dan mudah diminum ayam kecil)
-. Umur lebih dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker. (supaya tidak mudah tumpah dan tetap terjangkau ayam besar)
-. Piringan tempat minum dibersihkan setiap pagi dan sore, sisa air dibuang.
Jenis DOC
Feed Intake
(Minggu I)
Body Weight
(Minggu I)
Deplesi
Platinum 160 > 170 gr 0.5%
Gold 150 > 160 gr 0.7%
Silver 140 > 150 gr 1.5%

B. PELEBARAN SEKAT
Mulai umur 3 hari dilakukan pelebaran secara bertahap mengikuti kondisi ayam. Pelebaran harus diikuti dengan penambahan serta pengaturan tempat pakan/minum. Posisi pemanas diatur sedemikian rupa agar penyebaran panas bisa merata.
Sebagai acuan, pelebaran chick guard diatur sebagai berikut:
Umur (Hari)
Ekor/m2
1 60 – 65
3 40 – 45
6 25 – 30
8 20 – 25
10 15 – 20
14 10 – 15
18 8 – 10
>18 8 (full house)

NB: Pelebaran di atas merupakan acuan standart,
pada prakteknya harus disesuaikan dengan kondisi ayam
C. PEMANAS DAN LITTER
Sebaiknya di setiap brooder disediakan thermometer ruang untuk memantau suhu, akan tetapi pengamatan terhadap kondisi kenyamanan ayam yang paling tepat adalah dengan melihat perilaku ayam itu sendiri (bahasa ayam).
Pemanas dinyalakan setidaknya sampai umur 14 hari, kondisi dingin bisa diperpanjang. Bila ayam kepanasan, pemanas dapat dimatikan dengan tetap memperhatikan penyebaran dan kondisi ayam dalam chick guard.
Litter yang digunakan harus kering dan sudah didesinfeksi sebelumnya. Formalin bisa digunakan untuk tujuan tersebut (5 liter formalin 40% dalam 95 liter air).

1. Untuk kandang panggung
Penggantian litter disarankan dilakukan pada umur 8-10 hari. Pembukaan cover slat dapat dimulai pada umur 18 hari untuk daerah panas dan 21 hari untuk daerah dingin.
Dengan tetap mempertimbangkan kondisi litter, pembukaan cover slat dapat diundur jika cuaca benar-benar sangat dingin.
Pembukaan cover slat dilakukan secara bertahap mulai dari 25%, 50%, 75%, hingga terbuka semua. Saat pembukaan cover slat, tirai samping bawah (sarung) harus sudah terpasang.
Gambar 5: Tirai samping bawah (sarung) tampak dari kolong kandang.
2. Untuk kandang postal dan double deck.
Ketebalan litter minimal 3-5 cm, penggantian litter mengikuti jadwal sbb:

Umur (hari) 8-10 16-17 21-25 28-dst
Penggantian litter Ganti 100% Ganti yang menggumpal Ganti 100% Tabur
Setelah umur 25 hari litter cukup ditabur dan diambil yang menggumpal saja. Penggantian litter dilakukan secara perlahan-lahan,
Setelah pengerukan dan penggantian liter selesai, posisi ayam dapat digeser ke arah liter baru dan lakukan penggantian pada sisi berikutnya.

E. VENTILASI
1. Masa brooding
Urutan pembukaan tirai apabila temperatur brooding terlalu panas adalah sbb:
Buka tirai plafon –> Buka tirai dalam mulai dari atas ke bawah –> Bila masih terlalu panas bisa ditambah bukaan pada tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan arah angin, juga dari atas ke bawah –> Bila suhu mulai dingin, urutan penutupan tirai dilakukan sebaliknya.
2. Selepas masa brooding
Pembukaan tirai samping harus dimulai dari atas ke bawah dengan pengaturan sbb:
Buka terlebih dahulu tirai yang berlawanan dengan arah angin. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi ayam. Jika pembukaan tirai samping dirasa belum cukup, bisa dilanjutkan pembukaan tirai bawah (buka dulu tirai yang berlawanan dengan arah angin, dibuka dari bawah ke atas).
F. PENCAHAYAAN
Sebagai patokan praktis, untuk setiap chick guard minimal diberi 10 watt SL/TL atau 60 watt lampu pijar dengan ketinggian 170 cm, selanjutnya ditambah sesuai kebutuhan.
Jika siang hari cuaca gelap, lampu harus dinyalakan agar feed intake dan water intake tidak terganggu.
Mulai umur 4 hari, pada malam hari perlu dibuat suasana gelap 1-2 jam untuk produksi hormon pertumbuhan (melatonin) dan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi lampu padam tiba-tiba agar ayam tidak mati numpuk.
BW 14 hari 430 gr; BW 21 hari 900 gr
BAB IV
PERIODE FINISHER
A. PAKAN DAN AIR MINUM
Pada periode ini yang perlu diperhatikan adalah proses penggantian pakan dari starter ke finisher. Pergantian ini harus dilakukan secara bertahap dengan urutan sbb:
- Hari 1 penggantian (¾ starter + ¼ finisher)
- Hari 2 penggantian (½ starter + ½ finisher)
- Hari 3 penggantian (¼ starter + ¾ finisher)
- Hari 4 penggantian semua pakan finisher
Pastikan jumlah dan rasio tempat pakan dan tempat minum terpenuhi.
Pada daerah beriklim panas, pakan diberikan saat temperatur tidak terlalu panas (pagi dan sore hari). Pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan perbandingan 40% pagi hari dan 60% sore hari. Jika tengah malam pakan masih kurang bisa ditambah.
Pada siang hari tempat pakan bisa dinaikkan untuk menambah ruang gerak ayam sehingga dapat mengurangi panas.
Untuk meningkatkan feed intake di malam hari, perlu dilakukan upaya membangunkan ayam minimal 5 kali dalam semalam.

Lebar
Kandang
Jumlah
Lajur
Lajur Tempat Pakan
Lajur Tempat Minum
5 – 7 m 4 lajur 4 lajur 4 lajur
8 – 10 m 5 lajur 5 lajur 5 lajur
B. KEPADATAN AYAM
No Jenis Kandang Berat Panen Ekor/m2
1 Postal/Double Deck < 1,51,5 – 1,71,8 – 2,0
> 2
10 – 128 – 97 – 8
6 – 7
2 Panggung < 1,51,5 – 1,71,8 – 2,0
> 2
11 – 1310 – 119 – 10
7 – 8
3 Closed House < 1,51,5 – 1,71,8 – 2,0
> 2
13 – 1512 – 1311 – 12
10 – 11
C. PANEN AYAM
Sebelum panen lakukan pengosongan/angkat tempat pakan, air minum tetap diberikan untuk mencegah hilangnya berat badan akibat dehidrasi.
Disarankan memberikan air gula 5% apabila jarak kandang dan tujuan lebih dari 100 km atau perjalanan lebih dari 3 jam (untuk mengurangi susut).
Penangkapan harus dilakukan dengan hati-hati, ayam ditangkap pada bagian bawah kaki untuk mencegah memar dada dan paha. Untuk mencegah patah tulang kaki karena meronta dan gerakan sayap, pegang erat-erat pada persendian bawah.
Ayam yang belum terpanen harus tetap dirawat dengan baik.
Hindari penangkapan ayam pada saat suhu udara sangat panas.

Panen adalah penentuan terakhir dari jerih payah peternak
BAB V
VAKSINASI DAN BIOSECURITY
A. PENYIMPANAN VAKSIN
Vaksin harus disimpan dalam lemari es dengan suhu 2-8˚C (bukan freezer), terhindar dari panas dan sinar matahari langsung.
Apabila hendak mengangkut vaksin ke suatu tempat, vaksin harus ditempatkan pada wadah yang memiliki daya isolasi cukup baik terhadap suhu luar (misal: termos atau sterofoam box), dengan diberi es batu di dalamnya.

B. KONDISI YANG HARUS DIPERHATIKAN
Jenis dan dosis vaksin harus tepat, vaksin belum kadaluwarsa.
Pastikan ayam yang akan divaksin dalam kondisi sehat.
Jangan melakukan kegiatan vaksinasi pada saat suhu udara terlalu panas (maks. 29˚C).
Gunakan wadah yang berbahan dasar plastik, hindari wadah yang terbuat dari logam.
Air yang digunakan harus segar, pH 6.5–7.5, bebas klorin dan desinfektan.
Cuci tempat vaksin dan alat vaksinasi dengan air biasa, tanpa klorin atau desinfektan.
vaksinator harus terlatih, tata cara dan prosedur vaksinasi harus diikuti dengan benar.
Segera berikan multivitamin setelah vaksinasi untuk mengurangi dampak stress.

C. VAKSINASI MELALUI AIR MINUM
Hentikan pemakaian klorin dan desinfektan air minum 24 jam sebelum vaksinasi.
Puasakan ayam 1-2 jam sebelum vaksinasi (suhu lebih dari 30˚C sebaiknya 1 jam saja).
Siapkan air, susu skim, dan vaksin dengan jumlah yang telah ditentukan. Jumlah air yang digunakan adalah sejumlah air yang habis diminum ayam selama 1-2 jam.
Karena setiap 1.000 ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umur, maka dapat digunakan rumusan sbb:

Jumlah air = Populasi/1000 x Umur ayam
Setelah jumlah air ditentukan, masukkan susu skim 2 gram per liter air. Untuk daerah beriklim panas disarankan ditambah es batu.
Untuk daerah yang kualitas airnya kurang bagus, disarankan untuk meningkatkan dosis susu skim dan/atau merebus air yang akan digunakan untuk vaksinasi.
Keluarkan dan campurkan vaksin ke dalam air yang telah disiapkan. Aduk hingga rata dan segera tuang ke tempat minum yang telah disediakan.
Agar pembagian vaksin merata, maka harus dihitung jumlah larutan vaksin yang harus dituangkan di setiap tempat minum (kontrol distribusi vaksin).
Botol dan tutup botol bekas vaksin harus dibakar atau direndam dalam desinfektan.
Jumlah air (liter) = Air di setiap tempat minum
Jumlah tempat minum (buah)
D. VAKSINASI TETES
Yang perlu diperhatikan pada saat vaksinasi tetes adalah proses penetesan ke dalam mata haruslah tepat, dan vaksin harus terserap sempurna ke dalam kelopak mata. Jangan terburu-buru melepaskan ayam jika tetesan belum terserap sempurna.
Hindari penjaringan ayam yang terlalu banyak (maksimal 200 ekor sekali jaring), agar ayam tidak mengalami stres terlalu lama saat menunggu vaksinasi.
Untuk menghindari turunnya efektifitas vaksin, sebaiknya larutan vaksin dibagi kedalam beberapa alat penetes sesuai dengan jumlah vaksinator (setelah dilarutkan, vaksin harus habis dalam 30 menit).

E. VAKSINASI SUNTIK
Sebelum melakukan vaksinasi cek dulu fungsi injektor. Lakukan uji coba dengan air, jika rusak atau tidak lancar jangan digunakan. Jika kotor cuci dengan air panas.
vaksin yang keluar dari kulkas/refrigerator sebaiknya ditunggu beberapa saat sampai suhunya mendekati suhu ruangan.
Sebelum atau saat melakukan kegiatan vaksinasi, sesering mungkin botol vaksin dikocok untuk menghindari pengendapan komponen vaksin.

UMUR
(HARI)
VAKSIN DAN OBAT
APLIKASI
Alt 1 Alt 2 Alt 3 Alt 4
1–3 Antibiotik Antibiotik Antibiotik Antibiotik DW
3–5 ND Lasota ND Lasota ND Lasota ND Lasota Tetes
ND Lasota + IB ND Lasota + IB ND Lasota + IB ND Lasota + IB Tetes
ND Viscerotropic ND Viscerotropic ND Viscerotropic ND Viscerotropic Spray
- - ND Killed ND Killed SC
7 - IBD Intermediate - IBD Intermediate DW
12–14 IBD Intermediate IBD Intermediate IBD Intermediate IBD Intermediate DW
18–21 ND Lasota ND Lasota ND Lasota ND Lasota DW

F. BIOSECURITY
Idealnya kandang berjarak minimal 1 km dari perkampungan atau kandang lainnya.
Ada pagar yang mengelilingi kandang untuk mencegah masuknya pengunjung atau hewan liar yang tidak diinginkan.
Ada jalan penghubung di dalam kandang untuk mengangkut segala kebutuhan ayam, agar petugas kandang tidak melewati sembarang tempat.
Bangunan kandang didesain agar burung liar dan binatang pengerat tidak dapat masuk.
Sumber air yang tertutup dan dilakukan pemeriksaan kualitas air secara rutin.
Hindari penumpukan peralatan yang tidak terpakai, kotoran, sisa pakan, dan sampah lainnya di sekitar area kandang.
Idealnya 15 m sekeliling kandang dilakukan pembersihan rumput dan semak secara rutin agar tidak menjadi sarang penyakit.
Batasi jumlah orang yang masuk ke dalam lokasi kandang.
Penyemprotan desinfektan dan/atau pencelupan kaki harus selalu dilakukan pada setiap orang yang keluar masuk kandang.
Pengawas harus melakukan kontrol dari kandang ayam paling muda ke kandang ayam yang lebih tua pada hari yang sama.
Semua peralatan yang keluar masuk area kandang harus sudah melalui proses sanitasi.
Istirahat kandang minimal 2 minggu (kandang dalam keadaan sudah bersih).
Lakukan program pembasmian serangga dan tikus secara rutin.


PEMBUATAN LARUTAN KLORIN
1 kg kaporit 65% (bubuk) dilarutkan dalam 72 liter air, diaduk kemudian didiamkan selama 24 jam sampai mengendap. Ambil bagian larutan yang bening untuk dicampurkan ke dalam air minum, dengan takaran sbb:
Larutan Kaporit (ml) Air Minum (liter) Konsentrasi
1 ml
5 ml
10 ml
10 liter
10 liter
10 liter
1 ppm
5 ppm
10 ppm
Hindari kondisi yang dapat mengurangi efektifitas klorin, antara lain: panas, sinar matahari, lumut, lendir, dsb. Wadah harus tertutup rapat untuk menghindari penguapan.
PEMBUATAN LARUTAN DESINFEKTAN
Desinfektan Dosis Keterangan
Fumigasi

21 ml formalin 37%
21 ml air
17 gram PK
Fumigasi 1 m3 ruangan.
Desinfeksi saat transfer
pakan dan fumigasi sekam.
Formalin 2% 1 liter formalin 37%
19 liter air
Desinfeksi saat transfer
pakan dan sanitasi kandang.
BKC 10% 2 ml : 1 liter air
6 ml : 1 liter air
Foot dipping.
Desinfeksi peralatan.
Klorin

5 ppm
10 ppm
Desinfeksi air minum.
Desinf. instalasi air minum.

FCR = Total konsumsi pakan
Total berat hidup
IP = {(100 – total % deplesi) x Rata-rata berat badan x 100}
(FCR x Rata-rata usia panen

butuh suplemen untuk menjaga ketahanan ayam, meningkatkan bobot ayam broiler, bau kandang berkurang? vitamax solusinya. hubungi singgih/082137344780

Minggu, 08 Mei 2016

Closed House untuk hasil optimal pada ternak ayam broiler



Penggunaan system kandang closed house pada ayam pedaging atau broiler lebih bagus hasil produksinya dari pada ayam pedaging dengan system yang sama. Peningkatan teknologi secara menyeluruh berdampak besar bagi peningkatan produksi.  Tidak ada kata tidak untuk peggunaan system closed house bagi pemeliharan ayam pedaging dengan hasil terbik.

Inilah suatu cara modern untuk ,meningkatkan produksi ayam pedaging secara signifikan. Dengan cara ini tidak ada gangguan pemeliharaan ayam broiler karena lengkungan lebih baik, tempat pemeliharaan lebih hemat, kualitas ayam lebih baik, angka kematian rendah, kondisi pertumbuhan ayam merata, dan penampilan ayam yang dihasilkan baik secara maksimal.

Cara ini adalah cara yang sudah dikenal masayarakat perunggasan Indonesia dalam decade ini. Tak lain tak bukan, cara ini adalah system kandang closed house yang lebih banyak digunakan untuk pemeliharan ayam broiler dibanding untuk pemeliharaan ayam petelur.

Efek kandang closed house untuk ayam pedaging menghasilkan perbedaan mencolok dibanding dengan tipe kandang postal dan kandang terbuka.  Keberadaan fungsi dan manfaat closed house pada prinsipnya tidak peduli kondisi daerah. Pada keadaan lingkungan daerah apapun, secara fleksibel kondisinya dapat diadaptasi oleh kandanag tertutup.

Dengan kandang closed house peternak ayam broiler bisa mengantisipasi  segala kondisi musim. Perbedaan musim panas dan musim penghujan bisa teratasi dengan menggunakan kandang closed house .dengan kandang closed house kondisi lingkungan dapat diantisipasi dengan baik. Bilamana suhu tidak panas, kondisi ayam tidak bermasalah.

Hal ini berbeda dengan pemakaian kandang terbuka atau open house . pada daerah-daerah yang  panas yang suhunya cenderung tinggi pada musim panas, pengaruh suhu panas sangat terasa. Jika suhu lingkungan terlalu tinggi maka ayam broiler akan susah meiliki performa yang optimal.

Sebaliknya pada musim  banyak hujan, kelembapan sangat tinggi . Kondisi lingkungan yang terlalu lembab juga akan berpengaruh pada kandang terbuka, namun pada kandang closed house semua ini bisa diatasi dengan baik. Walaupun kandang open juga masih bisa diantisipasi  cuman butuh kerja lebih extra.

Kelebihan kandang closed house adalah salah satunya untuk mengantisipasi kondisi lingkungan yang tidak menentu.  Walalupun semua juga tergantung manajemen kandang dan ABK juga, karena sebaik-baiknya kandang closed house jika manajemen kandang kurang optimal tetap saja hasil ternak ayam broiler akan kurang maksimal juga.


cuaca kurang bersahabat?? butuh suplemen untuk menjaga ketahanan ayam, supaya ayam lebih fit, nafsu makan bagus, bobot jadi.. VITAMAX + IMUNOMAX solusinya.. memiliki kandungan yang super komplit, natural vitamin, chelated mineral, asam amino, PREBIOTIC, enzym dll. order call / sms 082137344780 / pin 5524411e /singgih

Proses brooding/pembibitan menentukan hasil akhir ternak ayam broiler


Dalam berternak ayam broiler /pedaging/potong masa brooding adalah masa yang sangat penting untuk anda perhatikan. Masa brooding adalah periode pemeliharaan dari DOC datang hingga ayam broiler berumur 12 hari. Bisa juga dengan selama masa menggunakan pemanas.  Nah baik tidaknya performa ayam dalam masa selanjutnya biasanya ditentukan juga dengan bagaimana pemeliharaan ayam broiler saat masa brooding.

Satu hal yang patut diperhatikan oleh peternak ayam broiler/pedaging/potong adalah kesalahan menajemen saat masa brooding. Kesalahan manajemen pada masa brooding sering kali tidak bisa dipulihkan dan berdampak negative pada masa pemeliharaan selanjutnya, ini akan berakibat terhadap performa ayam broiler anda. Manajemen brooding yang baik adalah salah satu faktor sukses dalam berternak ayam broiler/pedaging/potong.

Karena pada masa brooding adalah masa-masa pembelahan sel, pertumbuhan ayam akan banyak di gunakan untuk pembelahan sel sampai batas optimal. Nah setelah masa pembelahan sel maka akan dilanjutkan dengan masa pertumbuhan sel. Sel yang telah selesai membelah tidak akan membelah lagi, tinggal tumbuh besar. Nah makanya kalo pembelahan ini tidak optimal maka hasil selanjutnya juga akan kurang optimal. Penggunaan Vitamax pada masa brooding untuk memastikan pembelahan sel terbentuk secara optimal.

Masa brooding ayam perlu benar-benar anda perhatikan sebagai peternak ayam broiler. Karena pertumbuhan ayam broiler ditentukan pada masa brooding ini. Gunakan VITAMAX, suplemen alami ayam broiler dan unggas lainnya untuk menjamin masa brooding ayam anda berjalan sesuai rencana. Kami berharap dengan VITAMAX pembelahan sel akan optimal sehingga pertumbuhan setelah masa brooding juga akan optimal.

Vitamax, memiliki kandungan yang super komplit diantaranya vitamin, asam amino, enzyme, prebiotik, dan juga mineral. Kandungan ini diperlukan untuk pertumbuhan ayam broiler yang optimal. Pada masa brooding dan masa pertumbuhan setelah brooding akan lebih bagus. Vitamax juga bisa sebagai pemacu pertumbuhan ayam broiler anda. Biasanya ayam bisa maju panen 1-2 hari dari standard bobot rata-rata. Tingkat kegagalan VITAMAX adalah 5% dari ratusan ribu populasi yang telah menggunakannya.

Butuh VITAMAX? Silahkan call/sms 082137344780/singgih


Sasaran brooding ayam broiler


Saat pembibitan 10-14 hari pertama adalah saat yang sangat penting untuk kesuksesan peternakan ayam broiler yang sedang anda jalankan. Walaupun dari semua tahapan tetap penting juga, namun anda perlu berhati-hati dalam tahap brooding ini. Jika anda melakukan semua tahapan brooding yang juga pernah saya tulis dalam artikel-artikel sebelumnya, ada beberapa sasaran yang seharusnya menjadi target untuk dicapai supaya selanjutnya budidaya ayam broiler bisa berjalan sesuai harapan:
1. Keseragaman ayam broiler yang baik
Pertumbuhan ayam broiler yang seragam bisa menjadi acuan bahwa pengelolan baik. Karena jika ayam broiler tumbuh seragam berarti ayam broiler secara keseluruha dalam kondisi nyaman, persis seperti di kelola induk aslinya. Semua disiapkan secara maksimal seperti suhu yang terjaga antara 30-34 C, Oxygen yang cukup,cahaya, kualitas air dan juga pakan yang baik. Jika semua sudah dijaga dalam kondisi optimal diharapaka keseragaman ayam broiler akan tercapai.
2. Berat badan ayam standart
Berat badan tentu juga menjadi acuan dalam kesuksesan berternak ayam broiler, berat ayam broiler yang standart pada minggu pertama adalah 4x berat DOC saat datang. Jika doc datang berat 40 gr maka pada H-7 minimal berat yang baik adalah 4×40= 160 gr. Jika minimal berat tercapai artinya pemeliharaan ayam broiler pada kondisi yang baik.
3. Pertumbuhan bulu ayam bagus
Pertumbuhan bulu ayam juga bisa menjadi acuan, makanya dalam sasaran brooding bulu ayam broiler menjadi sasaran kesuksesan.
4. Ayam broiler tahan stress
Dalam tahapan ini sebisa mungkin ayam broiler dikondisikan dalam posisi yang sangat nyaman, sehingga ayam broiler akan lebih tahan terhadap stress.

4 hal diatas bisa menjadi acuan anda dalam menjalankan tahapan pemeliharaan ayam broiler diawal pemeliharaan/ brooding. Jika 4 hal diatas tercapai dengan baik, Insya Allah perjalanan selanjutnya akan baik juga, tapi tergantung juga dari bagaimana anda menerapkan manajemen kandang, sanitasi dll. Tidak mudah memang, namun jika semua tahapan anda jalankan semaksimal mungkin semoga hasil akhirnya juga maksimal.  cuaca kurang bersahabat?? butuh suplemen untuk menjaga ketahanan ayam, supaya ayam lebih fit, nafsu makan bagus, bobot jadi.. VITAMAX + IMUNOMAX solusinya.. memiliki kandungan yang super komplit, natural vitamin, chelated mineral, asam amino, PREBIOTIC, enzym dll. order call / sms 082137344780 /  pin 0821 37 344 780 / singgih wibisono